5 Jenis Pupuk Tanaman Terbaik Beserta Cara Penggunaannya

 on Sabtu, 19 September 2020  

Asal memberikan pupuk pada tanaman tanpa mengetahui nutrisi apa yang dibutuhkan tanaman tersebut dapat berakibat fatal pada tanaman. Hal ini sama halnya dengan salah memberi takaran pupuk pada tanaman. Untuk itu anda perlu mempelajari apa saja jenis pupuk tanaman yang baik dan dibutuhkan tumbuhan, beserta cara penggunaannya agar tanaman anda dapat tumbuh subur, yuk simak ulasan berikut ini.

 

Jenis Pupuk Dan Cara Penggunaannya Yang Tepat
1.  NPK 16
NPK 16 merupakan pupuk berimbang yang dapat digunakan untuk menjadi pupuk dasar ataupun pupuk susulan. Hal ini dikarenakan fungsi dari NPK 16 yaitu sebagai penyubur tanaman sehingga dapat mempermudah proses fotosintesis dan mempercepat pertumbuhan. Ada dua cara yang dapat anda lakukan untuk menggunakan NPK yaitu dengan menaburkan NPK di sekeliling tanaman atau mencampurnya dengan air. Anda cukup menggunakannya dua kali seminggu.


2.  ZA
ZA adalah pupuk kimia yang mengandung amonium sulfat yang memiliki kadar nitrogen yang cukup rendah. Fungsi dari pupuk tanaman satu ini adalah mencegah defisiensi belerang agar tidak terjadi penghambatan pertumbuhan tanaman. Pupuk ini juga dapat menambah pembentukan butiran hijau pada tumbuhan sehingga akan membuat daun lebih hijau dan rimbun. Cara penggunaan ZA dapat dicampurkan dengan pupuk yang lain dan cukup gunakan ZA sekali dalam seminggu.


3. UREA
Berbeda dengan ZA, UREA merupakan pupuk kimia yang memiliki kadar nitrogen yang sangat tinggi. Sehingga membuat pupuk satu ini sangat dibutuhkan. Terlebih pada masa pertumbuhan pasalnya nitrogen  dapat memperkuat metabolisme tanaman, meningkatkan kandungan protein dalam tanah dan juga mempercepat pertumbuhan tanaman. Banyak orang yang memilih menggunakan pupuk ini karena penggunaannya yang praktis dan hemat waktu. 


Untuk cara penggunaannya anda dapat menggunakan urea cukup satu kali dalam dua minggu anda tidak boleh terlalu sering menggunakannya pasalnya pupuk tanaman ini merupakan pupuk yang cukup keras sehingga  penggunaan berlebih akan membuat tanaman menjadi kering. Usahakan untuk menyimpan urea dalam tempat kering, dingin dan tetutup rapat. Pasalnya pupuk ini sangat mudah mencair apabila terkena panas matahari atau diletakkan ditempat lembab.


4. Dolomit
Dolomit merupakan kapur pertanian yang berfungsi sebagai penetralisir tanah. Pupuk ini digunakan untuk menetralkan  tanah yang telah digunakan sebelumnya untuk menanam. Jika menanam tanaman di tanah bekas pakai tanpa menetralisirnya akan membuat tanaman berikutnya kehilangan banyak nutrisi karena unsur zat hara telah habis diserap oleh tanaman sebelumnya. 


Saat zat hara dalam tanah habis maka tanaman yang tumbuh pada tanah tersebut akan selalu tampak kering dan layu karena kekurangan nutrisi untuk diserap akar. Sehingga akar tidak mendapatkan asupan yang cukup dan tidak bisa meneruskan nutrisi hingga ke tangkai dan daun. Jadi pastikan untuk menggunakan dolomit saat akan menggunakan tanah yang bekas pakai agar tanaman tidak kehilangan nutrisi. 


5. Kompos
Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari hasil penguraian sampah organik. Saat ini banyak orang telah menguraikan sampah organik rumah tangga untuk dijadikan pupuk tanaman satu ini. Hal ini bertujuan agar tidak ada penimbunan sampah di lingkungan. Berbeda dengan empat pupuk kimia tadi. Pupuk organik satu ini dapat anda gunakan lebih sering pasalnya kompos tidak memiliki efek samping seperti pada pupuk kimia.


Sama halnya dengan manusia, tanaman juga merupakan makhluk hidup yang membutuhkan asupan nutrisi agar tetap dapat bertahan hidup. Untuk memberi nutrisi pada tumbuhan anda perlu mengetahui takaran dan jenis asupan yang diperlukan. Dengan mengetahui jenis dan takaran yang tepat akan mempermudah anda merawat tanaman. Anda dapat memilih pupuk organik maupun pupuk kimia sesuai selera anda.



J-Theme